Tag: #Places

  • 19 Tahun Amaris Hotel: Tumbuh Bersama Gaya Hidup Smart Traveller

    19 Tahun Amaris Hotel: Tumbuh Bersama Gaya Hidup Smart Traveller

    Curioucity.id— Sebuah perjalanan panjang tidak hanya dihitung dari berapa lama waktu berlalu, tetapi juga dari orang-orang yang ikut menjadi bagian di dalamnya. Bagi Amaris Hotel, 19 tahun menjadi penanda perjalanan sebuah brand perhotelan yang tumbuh bersama kebutuhan para traveller akan akomodasi yang praktis, nyaman, dan relevan dengan gaya hidup mereka.

    Perayaan ulang tahun ke-19 Amaris Hotel menjadi kesempatan untuk kembali melihat perjalanan tersebut. Mengusung semangat Smart Traveller, Smart Hotel, Amaris Hotel tidak hanya berbicara tentang tempat untuk beristirahat, tetapi juga bagaimana pengalaman bepergian bisa terasa lebih mudah bagi generasi yang semakin dinamis.

    Dari Kebutuhan Menginap hingga Gaya Hidup Traveller

    Bepergian kini menjadi bagian dari banyak cerita, mulai dari perjalanan pekerjaan, liburan singkat, hingga kesempatan untuk mengenal kota yang berbeda. Di tengah kebutuhan tersebut, akomodasi yang praktis menjadi salah satu bagian penting dalam merencanakan perjalanan.

    Amaris Hotel hadir dengan konsep Bed & Breakfast yang mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan bagi para tamunya. Sebagai bagian dari jaringan Santika Indonesia Hotels & Resorts, brand ini terus berkembang mengikuti kebutuhan traveller yang menginginkan pengalaman menginap tanpa banyak kerumitan.

    Hingga 2026, Amaris Hotel telah memiliki 60 unit yang tersebar di lebih dari 40 kota di Indonesia. Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana kebutuhan akan akomodasi yang mudah dijangkau menjadi bagian dari perjalanan banyak orang, baik untuk urusan pekerjaan maupun waktu bersama keluarga.

    Blok M Menjadi Ruang Perayaan yang Lebih Dekat dengan Generasi Muda

    Memasuki usia ke-19, Amaris Hotel memilih menghadirkan perayaan yang lebih interaktif melalui acara bertajuk The Fun Celebration. Kegiatan ini berlangsung pada 26–27 September 2026 di Santika Training Centre, Blok M, Jakarta Selatan.

    Alih-alih hanya menjadi seremoni ulang tahun, acara tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan antara brand dan masyarakat. Pengunjung dapat mencoba berbagai permainan seperti Catch the Stick dan Tornado Cube, menghias eco-tumbler menggunakan stiker, hingga mengabadikan momen di area photo booth.

    Rangkaian aktivitas tersebut membawa suasana perayaan yang lebih santai dan partisipatif. Ada permainan yang menguji ketangkasan, kegiatan kreatif yang bisa dilakukan langsung, serta kesempatan membawa pulang hadiah berupa puluhan voucher menginap di Amaris Hotel di berbagai kota di Indonesia.

    Pemilihan Blok M juga memiliki makna tersendiri. Kawasan ini menjadi salah satu titik pertemuan masyarakat urban dengan beragam aktivitas dan gaya hidup, sekaligus lokasi yang dekat dengan sejarah awal kehadiran Amaris Hotel di Jakarta melalui Amaris Hotel Panglima Polim 1.

    Hadiah dan Penawaran Menjadi Bagian dari Pengalaman

    Di tengah aktivitas perayaan, Amaris Hotel turut menghadirkan penawaran bagi pengunjung yang ingin merencanakan perjalanan berikutnya. Tersedia voucher potongan harga Rp190.000 tanpa minimum transaksi yang dapat digabungkan dengan promo Amaris Payday Sale yang berlangsung pada periode tersebut.

    Kesempatan ini melengkapi pengalaman acara, dari aktivitas yang bisa dinikmati di lokasi hingga pilihan untuk merencanakan perjalanan dengan penawaran yang lebih menarik. Pengunjung dapat mengikuti acara secara gratis dengan mendaftarkan diri sebagai anggota MYVALUE.

    Melalui pendekatan ini, perayaan ulang tahun tidak berhenti pada momen seremonial. Ada kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat layanan Amaris Hotel sekaligus menemukan pilihan akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka.

    Menjaga Relevansi di Tengah Perjalanan yang Terus Berubah

    Bagi Amaris Hotel, bertambahnya usia juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan para tamu dan masyarakat. Prita Gero, Corp. Marcomm Manager Santika Indonesia Hotels & Resorts, menyampaikan bahwa perayaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan dan dukungan yang telah menyertai perjalanan brand tersebut.

    “Perjalanan 19 tahun menjadi pencapaian yang berarti bagi Amaris Hotel. Momen ini merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para tamu serta seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami,” ujar Prita Gero.

    Ia juga menjelaskan bahwa The Fun Celebration dirancang untuk mendekatkan Amaris Hotel dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Harapannya, Amaris Hotel tidak hanya dikenal sebagai penyedia akomodasi yang praktis dan nyaman, tetapi juga menjadi brand yang relevan dengan keseharian serta gaya hidup traveller masa kini.

    “Semua orang diundang ke acara ini dan acara ini gratis. Untuk ikutan keseruannya, tamu cukup mendaftar menjadi member MYVALUE,” tambahnya

    Sembilan belas tahun menjadi bagian dari perjalanan Amaris Hotel sekaligus pengingat bahwa kebutuhan traveller akan terus berkembang. Di balik setiap perjalanan, selalu ada cerita tentang tujuan yang ingin dicapai, kota yang ingin dikenal, atau waktu yang ingin dihabiskan bersama orang-orang terdekat.

    Dan mungkin, relevansi sebuah hotel tidak hanya ditentukan oleh tempat seseorang beristirahat, tetapi juga oleh kemampuannya untuk terus memahami bagaimana orang-orang ingin menjalani perjalanan mereka.

  • 36 Tahun Sheraton Bandung Merayakan Momen Kebersamaan di Dago

    36 Tahun Sheraton Bandung Merayakan Momen Kebersamaan di Dago

    Curioucity.id — Dago selalu punya cara membuat perjalanan terasa sedikit berbeda. Udara yang lebih sejuk, pepohonan di sepanjang jalan, dan suasana kawasan yang sudah lama menjadi bagian dari keseharian Bandung.

    Di salah satu sudutnya, Sheraton Bandung Hotel & Towers telah menjalani perjalanan selama 36 tahun. Selama itu pula, berbagai orang datang dengan ceritanya masing-masing—keluarga yang menghabiskan waktu bersama, komunitas yang berkumpul, hingga tamu yang menjadikan Bandung sebagai bagian dari perjalanan mereka.

    Pada 2 Oktober 2026, Sheraton Bandung merayakan ulang tahunnya yang ke-36 dengan tema “36 Years: Bringing People Together.” Perayaannya tidak hanya berlangsung sehari, tetapi hadir melalui rangkaian kegiatan hingga akhir Oktober.

    “Orang datang membawa cerita. Bertemu, berbagi, lalu pulang dengan cerita yang baru.”

    Dari Lobby, Pertemuan Itu Dimulai

    Cerita perayaan 36 tahun Sheraton Bandung dimulai dari sebuah ruang yang setiap hari dilewati banyak orang: lobby.

    Melalui Sheraton Market, area ini berubah menjadi ruang pertemuan dengan hadirnya berbagai produk dan karya dari pelaku usaha lokal. Berlangsung pada 21 September hingga 18 Oktober 2026, Sheraton Market menjadi kesempatan bagi tamu hotel dan masyarakat untuk mengenal sekaligus berinteraksi dengan komunitas dan UMKM.

    Rasanya cukup sederhana. Orang datang untuk melihat-lihat, menemukan sesuatu yang menarik, lalu mungkin berhenti sebentar untuk berbincang.

    Semangat yang sama juga hadir melalui Gatherings by Sheraton yang berlangsung setiap minggu. Berbagai aktivitas komunitas, wellness, dan social gatherings dirancang untuk membuka kesempatan bertemu, berbagi pengalaman, dan membangun koneksi baru.

    Sebuah hotel akhirnya tidak hanya menjadi tempat orang menginap, tetapi juga ruang tempat orang bisa saling menemukan.

    Ada Percakapan di Balik Sebuah Meja

    Cerita tentang kebersamaan juga bisa ditemukan dari hal yang paling sederhana: makan bersama.

    Sepanjang Oktober, Feast Restaurant menghadirkan 36 menu pilihan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun. Sementara Toastina Pastry & Coffee House menghadirkan pilihan menu dengan penawaran khusus pada 1–5 Oktober 2026.

    Tapi mungkin bukan menunya yang paling menarik untuk diceritakan.
    Melainkan apa yang terjadi setelah makanan tersaji.

    Seseorang mulai bercerita. Yang lain ikut menanggapi. Percakapan yang awalnya sebentar ternyata berlangsung lebih lama.

    Sebab makanan memang sering punya cara sederhana untuk mempertemukan orang. Tidak banyak yang perlu direncanakan ketika beberapa orang sudah duduk di meja yang sama.

    Ketika Waktu Bersama Menjadi Cerita Keluarga

    Perjalanan bersama keluarga juga punya bentuknya sendiri.

    Tidak selalu tentang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kadang justru tentang bagaimana satu hari bisa digunakan untuk benar-benar bersama.

    Hal itu menjadi bagian dari Side by Side, program yang dihadirkan Sheraton Bandung untuk keluarga yang menginap. Orang tua dan anak diajak meluangkan waktu untuk bermain, belajar, dan menciptakan momen bersama.

    Ada anak yang sibuk dengan aktivitasnya. Ada orang tua yang menemani. Ada momen-momen kecil yang mungkin tidak terlihat istimewa saat terjadi, tetapi justru menjadi cerita ketika perjalanan itu sudah selesai.

    Termasuk menikmati gelato atau kukis yang menjadi bagian dari paket Family Staycation.

    Bukan soal apa yang didapat, tetapi tentang siapa yang menikmatinya bersama.

    Perayaan 36 Tahun, Berbagi untuk Sesama

    Jika melihat kembali perjalanan selama 36 tahun, mungkin yang paling menarik bukan hanya bagaimana sebuah hotel bertahan selama itu.

    Melainkan berapa banyak pertemuan yang pernah terjadi di dalamnya.

    Keluarga yang datang bersama. Komunitas yang menemukan ruang untuk berkumpul. Orang-orang yang bertemu untuk pertama kalinya. Hingga mereka yang datang untuk memberikan sesuatu bagi orang lain.

    Semangat itu juga hadir melalui kegiatan donor darah Serve 360, yang terbuka untuk umum dan dilakukan bersama Lions Club Bandung serta PMI.

    Pada akhirnya, usia mungkin hanya sebuah angka.

    Yang membuatnya punya arti adalah cerita yang terkumpul di sepanjang perjalanan.

    Dan mungkin, selama 36 tahun berada di Dago, Sheraton Bandung bukan hanya menyimpan cerita tentang tempatnya sendiri.

    Tetapi juga cerita dari orang-orang yang pernah datang, bertemu, menghabiskan waktu, lalu membawa pulang bagian kecil dari pengalaman itu.

    “Ke-36 tahun adalah sebuah perjalanan yang dibangun bersama tamu, associate, komunitas, partner, dan masyarakat. Melalui tema Bringing People Together, kami ingin menjadikan perayaan tahun ini bukan hanya sebagai perayaan usia, tetapi juga sebagai perayaan atas setiap hubungan, cerita, dan momen yang telah tercipta bersama.”— Herinova, General Manager Sheraton Bandung Hotel & Towers

  • Basra Gym Bandung Menjadi Tempat Olahraga Keluarga dengan Konsep “Lebih Kuat Lebih Taat”

    Basra Gym Bandung Menjadi Tempat Olahraga Keluarga dengan Konsep “Lebih Kuat Lebih Taat”

    Curioucity.id – Akhir pekan bersama keluarga di Bandung punya banyak cara untuk dihabiskan. Bisa mencari tempat makan, jalan-jalan, atau mencari ruang agar anak-anak bisa bermain. Kali ini, olahraga juga bisa menjadi bagian dari waktu bersama.

    Gagasan tersebut coba ditawarkan Basra Gym di Jalan Soekarno-Hatta No. 813, Cinambo, Bandung. Resmi menggelar Grand Opening pada 26 September 2026, Basra Gym hadir dengan konsep “Lebih Kuat, Lebih Taat” dan membawa pendekatan yang sedikit berbeda dari tempat gym pada umumnya.

    Di tempat ini, olahraga menjadi pintu masuk. Setelahnya, ada ruang untuk anak, keluarga, komunitas, sampai aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

    Dari Niat Berolahraga, Basra Gym Mengajak Keluarga Melakukannya Bersama

    Pergi ke gym biasanya identik dengan satu tujuan: berolahraga. Namun, ketika aktivitas tersebut dilakukan bersama keluarga, kebutuhan setiap orang tentu bisa berbeda.

    Basra Gym mencoba membaca hal tersebut melalui beberapa fasilitas yang berada dalam satu tempat. Area gym dipisahkan untuk ikhwan dan akhwat, sementara anak-anak memiliki Basra Kids dengan kelas fitness khusus serta Children Playground.

    Ada pula area calisthenics outdoor bagi mereka yang ingin berlatih di luar ruangan. Sementara bagi keluarga yang ingin sekadar makan atau berkumpul, Basra Cafe & Resto terbuka untuk umum, termasuk bagi pengunjung yang tidak sedang berolahraga atau tidak memiliki membership.

    Dengan begitu, satu kunjungan tidak harus memiliki aktivitas yang sama untuk semua anggota keluarga. Orang tua bisa berolahraga, anak-anak punya ruang untuk bergerak dan bermain, sementara anggota keluarga lainnya dapat menikmati waktu bersama.

    Ketika Anak Bisa Bermain dan Orang Tua Tetap Punya Ruang untuk Berolahraga

    Membangun kebiasaan hidup sehat dalam keluarga sering kali bukan soal membuat semua orang melakukan hal yang sama. Yang lebih penting adalah bagaimana aktivitas tersebut bisa masuk ke dalam rutinitas tanpa terasa sebagai kewajiban yang berat.

    Basra Gym menempatkan keluarga sebagai bagian dari pengalaman itu. Kehadiran Basra Kids dan area bermain membuat anak-anak memiliki aktivitasnya sendiri, sementara orang tua tetap bisa menggunakan fasilitas olahraga.

    Di sisi lain, keberadaan Basra Hall membuka ruang untuk kegiatan yang lebih luas seperti seminar, kajian, dan aktivitas komunitas.

    Dari sini, konsep gym mulai terasa lebih luas. Bukan hanya tempat datang, berlatih, lalu pulang, tetapi ruang yang mencoba mempertemukan beberapa aktivitas dalam keseharian keluarga.

    Grand Opening Basra Gym Mempertemukan Olahraga dan Komunitas Bandung

    Semangat tersebut kemudian dibawa dalam rangkaian Grand Opening Basra Gym pada 26 September 2026.Alih-alih hanya mengandalkan seremoni pembukaan, kegiatan yang disiapkan juga mengajak pengunjung untuk ikut bergerak dan berkegiatan. Ada Fun Run dan Archery Competition, kemudian Seminar & Kajian, serta Community Bazaar.

    Rangkaian ini memperlihatkan bagaimana Basra Gym ingin memperkenalkan tempatnya melalui aktivitas. Olahraga bertemu komunitas, sementara kegiatan keluarga dan ruang berkumpul menjadi bagian dari suasana pembukaan.

    Sejumlah hadiah dan doorprize juga disiapkan dalam rangkaian Grand Opening, termasuk promo membership khusus pada hari pembukaan.

    Namun, di balik rangkaian tersebut, ada gagasan yang ingin dibawa lebih jauh: menjadikan olahraga sebagai bagian dari perjalanan keluarga untuk membangun kebiasaan yang lebih baik.

    “Lebih Kuat, Lebih Taat” Konsep Yang Dibawa Basra Gym

    Nama Basra Gym tidak hanya membawa gagasan tentang tubuh yang lebih aktif. Konsep “Lebih Kuat, Lebih Taat” menjadi cara mereka menghubungkan kekuatan fisik dengan nilai spiritual.

    Hal tersebut disampaikan Ghozalfan Farabi Basarah, penanggung jawab utama Basra Gym.

    “Kami ingin Basra Gym menjadi lebih dari sekadar tempat berolahraga. Ini adalah ruang bagi keluarga Muslim di Bandung untuk membangun kekuatan fisik sekaligus ketaatan spiritual, sejalan dengan semangat ‘Lebih Kuat, Lebih Taat’ yang kami usung,” ujar Ghozalfan Farabi Basarah, penanggung jawab utama Basra Gym.

    Pada akhirnya, konsep tersebut kembali pada hal yang cukup dekat dengan keseharian: bagaimana olahraga bisa menjadi kebiasaan, bagaimana keluarga bisa saling mengajak untuk lebih aktif, dan bagaimana sebuah tempat dapat menjadi ruang bertemu bagi komunitas.

    Basra Gym membawa gagasan itu ke Bandung dengan menjadikan aktivitas fisik, keluarga, dan komunitas berada dalam satu pengalaman.

    “Karena menjadi lebih kuat bukan hanya tentang tubuh yang terus bergerak, tetapi juga tentang kebiasaan baik yang tumbuh bersama orang-orang yang kita sayangi.”

  • Inovasi Dessert Unik J&C Cookies Ramaikan Kolaborasa Hutanika

    Inovasi Dessert Unik J&C Cookies Ramaikan Kolaborasa Hutanika

    Curiocity.id — Bandung punya kebiasaan menarik dalam urusan makanan. Sesuatu yang sudah akrab di lidah bisa saja tiba-tiba hadir dalam bentuk berbeda, sementara bahan yang sederhana bisa dipertemukan dengan sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

    Mungkin karena itu pula cerita tentang kuliner di kota ini tidak pernah benar-benar selesai. Selalu ada brand yang mencoba, tempat yang membuka ruang, dan kolaborasi yang membuat kita bertanya-tanya, “Kali ini akan jadi seperti apa?”

    Pertanyaan kecil tersebut menemukan jawabannya di Hutanika lewat Kolaborasa Hutanika, kolaborasi kuliner yang mempertemukan lima brand F&B lokal Bandung selama Agustus hingga September 2026.

    Salah satunya adalah J&C Cookies, yang membawa dua sajian manis: Putri Salju Snow Ice dan Choco Crunchy Mochi.

    “Sometimes, the familiar becomes exciting when we see it from a different angle.”

    Ketika Putri Salju Keluar dari Kotak Kenangan

    Ada makanan yang membawa kita kembali ke suatu waktu hanya lewat satu nama.

    Putri salju mungkin salah satunya. Kue bertabur gula halus ini begitu dekat dengan momen perayaan dan meja keluarga, sampai rasanya kita tidak perlu melihat bentuknya untuk bisa membayangkannya.

    J&C Cookies kemudian mengambil ingatan tersebut dan membawanya ke arah yang berbeda melalui Putri Salju Snow Ice.

    Bukan lagi putri salju yang kita kenal dalam bentuk kue kering, tetapi sebuah sajian yang mengajak rasa familiar tadi bertemu dengan pengalaman baru. Nama lamanya masih ada, tetapi cara menikmatinya berubah.

    Menariknya, perubahan seperti ini tidak selalu membutuhkan sesuatu yang rumit.

    Kadang cukup dengan memindahkan sebuah rasa ke konteks yang berbeda, lalu membiarkan orang yang mencobanya menemukan sendiri apa yang berubah.

    Di Hutanika, Putri Salju Snow Ice menjadi salah satu cara J&C Cookies memperkenalkan interpretasinya dalam Kolaborasa Hutanika.

    Cokelat, Mochi, dan Sedikit Kejutan di Gigitan Pertama

    Kalau Putri Salju Snow Ice bermain dengan memori, Choco Crunchy Mochi terasa seperti permainan yang berbeda.

    Dari namanya saja, kita sudah mendapatkan tiga petunjuk: cokelat, mochi, dan sesuatu yang crunchy.

    Mochi memberikan kelembutan, sementara elemen crunchy menghadirkan kontras. Cokelat kemudian menjadi rasa yang menyatukan semuanya.

    Ada kesenangan tersendiri ketika makanan tidak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga mengajak kita memperhatikan tekstur.

    Gigitan pertama mungkin membuat kita mengenali cokelat. Gigitan berikutnya membuat kita sadar ada sesuatu yang renyah di sana.

    Hal-hal kecil semacam ini yang membuat dessert tidak selalu harus menjadi penutup. Ia bisa menjadi bagian dari pengalaman mencoba sesuatu yang baru.

    Dan kali ini, pengalaman tersebut datang dari J&C Cookies, salah satu brand lokal Bandung yang ikut dalam Kolaborasa Hutanika.

    Lima Brand Bandung Bertemu dalam Satu Meja

    J&C Cookies tentu tidak berjalan sendirian.Kolaborasa Hutanika mempertemukan lima brand F&B lokal Bandung: Rahsa Nusantara, Maicih, Tahu Tauhid, Cimol Bojot AA, dan J&C Cookies.

    Masing-masing datang dengan karakter yang berbeda.

    J&C Cookies mengambil bagian melalui dua dessert tadi.

    Menariknya, semua karakter tersebut tidak perlu dibuat sama. Justru perbedaannya yang membuat satu meja terasa lebih hidup.

    Hutanika menjadi ruang tempat berbagai rasa tersebut bertemu selama Agustus hingga September 2026, dalam momentum Bulan Kemerdekaan.

    “Different flavors can tell different stories, even when they share the same table.”

    Dari Satu Meja, Kita Bisa Melihat Bandung

    Kalau diperhatikan lebih dekat, kolaborasi seperti ini sebenarnya bercerita lebih banyak daripada sekadar menu baru.Ia memperlihatkan bagaimana brand lokal Bandung terus mencari cara untuk berkembang tanpa harus meninggalkan karakter yang membuat mereka dikenal.

    Ada keberanian untuk mencoba format baru. Ada keinginan mempertemukan produk dengan audiens yang berbeda. Ada pula ruang untuk belajar dari brand lain yang bergerak di bidang yang sama.

    Hutanika, dalam hal ini, bukan hanya menjadi tempat semua menu tersebut tersedia.

    Ia menjadi ruang pertemuan.

    Pengunjung dapat datang untuk makan, tetapi dalam satu kesempatan yang sama mereka bisa menemukan beberapa karakter kuliner lokal sekaligus.

    Dari yang pedas hingga manis. Dari camilan yang sudah familiar hingga menu yang mungkin baru pertama kali kita dengar.

    Bandung hadir bukan sebagai satu rasa.

    Ia hadir sebagai kumpulan banyak rasa yang terus berubah dan berkembang.

    Ternyata Bangga Nusantara Bisa Sesederhana Ini

    Kolaborasa Hutanika hadir dalam rangka menyambut dan merayakan Bulan Kemerdekaan dengan semangat Bangga Nusantara.

    Tetapi ada sesuatu yang menarik dari cara gagasan tersebut diterjemahkan.Tidak harus selalu dalam bentuk seremoni besar.

    Kadang rasa bangga terhadap karya lokal bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana: memberi kesempatan sebuah brand untuk berkarya, datang untuk mencoba, kemudian memilih untuk kembali ketika ternyata rasanya cocok.

    J&C Cookies menjadi salah satu bagian dari cerita tersebut.

    Dua dessert yang dibawanya memperlihatkan bahwa kreativitas lokal tidak selalu harus tampil dengan sesuatu yang sepenuhnya asing. Sesuatu yang sudah kita kenal pun masih bisa diolah kembali dan menemukan bentuk baru.

    Begitu pula dengan empat brand lainnya.Ketika semuanya ditempatkan dalam satu ruang, kita mendapatkan gambaran kecil tentang betapa beragamnya cara brand lokal Bandung bercerita melalui makanan.

    Barangkali, Rasa Penasaran Adalah Pesanan Pertama

    Pada akhirnya, kita mungkin tidak datang ke Hutanika dengan niat mencari sebuah cerita.Mungkin hanya ingin makan. Mungkin sedang bertemu teman. Atau mungkin sekadar penasaran dengan menu yang baru dilihat.

    Tetapi justru dari rasa penasaran seperti itulah pengalaman baru biasanya dimulai.

    Putri Salju Snow Ice mungkin membuat kita teringat pada sesuatu yang familiar. Choco Crunchy Mochi mungkin membuat kita ingin tahu bagaimana cokelat, mochi, dan tekstur crunchy bertemu.

    Setelah itu, siapa tahu kita menemukan rasa lain dari empat brand Bandung yang ikut berada di meja yang sama.

    Kolaborasa Hutanika berlangsung selama Agustus hingga September 2026 di Hutanika, Bandung.

    Lima brand lokal. Beragam menu. Satu ruang pertemuan.Dan mungkin, dari semua itu, ada satu pesanan yang awalnya hanya dipilih karena penasaran—lalu diam-diam menjadi menu yang ingin dicoba lagi.

  • Bukan Sekadar Menginap: Menemukan Jeda dan Privasi Utuh di PLAATS

    Bukan Sekadar Menginap: Menemukan Jeda dan Privasi Utuh di PLAATS

    Curioucity.id – Ada hari-hari ketika kita tidak ingin pergi terlalu jauh. Tidak sedang mengejar daftar destinasi atau berburu foto untuk dibagikan. Rasanya hanya ingin menemukan tempat yang membuat waktu berjalan sedikit lebih pelan, tanpa banyak distraksi dan tanpa merasa harus terus melakukan sesuatu.

    Di kawasan Ciumbuleuit, Bandung, PLAATS Hotel menghadirkan pengalaman seperti itu. Sebuah hotel yang sejak pertama kali didatangi sudah memberi kesan bahwa semuanya boleh berlangsung dengan ritme masing-masing.Datang, Masuk, Lalu Nikmati WaktumuHal pertama yang terasa berbeda justru bukan desain bangunannya, melainkan cara mereka menyambut tamu.

    Di PLAATS Hotel, proses self check-in membuat semuanya terasa lebih sederhana. Tidak ada antrean panjang atau prosedur yang membuat kita harus berhenti lebih lama dari yang diperlukan. Tinggal mengikuti instruksi, membuka pintu, lalu membiarkan waktu berjalan dengan sendirinya.

    Kalau sewaktu-waktu membutuhkan bantuan, tim hospitality tetap siap membantu. Namun selebihnya, mereka membiarkan setiap tamu menikmati momennya sendiri.

    “Barangkali, kemewahan hari ini bukan lagi tentang sesuatu yang serba mewah. Melainkan bisa memiliki waktu yang benar-benar terasa milik sendiri.”

    Setiap Kamar Punya Ceritanya Sendiri

    Dari luar, tampilannya memang langsung menarik perhatian. Garis-garis arsitektur yang bersih dipadukan dengan detail artistik yang terasa personal. Bukan tipe bangunan yang ramai oleh dekorasi, tetapi justru menyenangkan untuk diamati sedikit demi sedikit.

    PLAATS Hotel hanya memiliki 14 kamar, dan tidak ada satu pun yang dibuat sama.

    Masing-masing memiliki karakter, tata letak, hingga suasana yang berbeda. Itu sebabnya, menginap untuk kedua kalinya pun tidak akan terasa seperti mengulang pengalaman yang sama. Meski tampil modern dan dekat dengan selera anak muda, atmosfernya tetap terasa hangat untuk pasangan, keluarga, maupun siapa saja yang ingin menikmati waktu tanpa tergesa.

    Saat Musik Menggantikan Notifikasi

    Ada satu detail kecil yang membuat pengalaman menginap terasa semakin personal.

    Di setiap kamar tersedia sebuah vinyl player yang siap dimainkan kapan saja. Cukup letakkan piringan hitam, turunkan jarumnya perlahan, lalu biarkan musik memenuhi sudut-sudut kamar.

    Di sela alunan lagu-lagu R&B yang lembut, mata juga akan menemukan berbagai karya seniman lokal yang menjadi bagian dari interior hotel. Kombinasi keduanya menciptakan suasana yang membuat kita tanpa sadar memilih menaruh ponsel sedikit lebih jauh.

    Pesan Vacation Often yang mereka usung pun terasa masuk akal. Bukan sekadar ajakan untuk lebih sering bepergian, tetapi pengingat bahwa sesekali menikmati waktu tanpa agenda juga sama pentingnya.

    “Sometimes, the best part of a vacation is having nowhere else to be.”

    Tidak semua perjalanan harus dipenuhi banyak tujuan. Kadang, satu sore yang dinikmati tanpa tergesa sudah terasa cukup.

    Ketika Keluar Kamar Bukan Lagi Prioritas

    Padahal, letaknya hanya beberapa langkah dari deretan kedai kopi, restoran, dan berbagai sudut menarik di kawasan Ciumbuleuit.

    Namun anehnya, keinginan untuk keluar justru sering berubah pikiran. Duduk sedikit lebih lama, memutar satu album lagi, berendam di jacuzzi, atau menyiapkan sesuatu di dapur terasa sama menyenangkannya.

    Di titik itu, kamar bukan lagi sekadar tempat untuk tidur setelah seharian bepergian. Ia menjadi bagian dari pengalaman menginap itu sendiri.

    Mungkin memang bukan selalu tentang ke mana kita pergi. Ada kalanya yang dicari hanyalah tempat yang membuat kita bisa menikmati privasi tanpa merasa sendirian, melakukan hal-hal sederhana tanpa terburu-buru, lalu pulang dengan perasaan yang terasa lebih ringan daripada saat datang.

    Dan mungkin, itu alasan mengapa di PLAATS Hotel, keluar kamar bukan lagi sebuah keharusan.