Tag: #KebunKeKriya

  • Kebun ke Kriya Vol. 3: Menghargai Cerita di Balik Kriya Lokal Bandung

    Kebun ke Kriya Vol. 3: Menghargai Cerita di Balik Kriya Lokal Bandung

    Curioucity.id – Kita biasanya membawa pulang tanaman dari kebun. Kali ini, yang dibawa ke kota justru ceritanya.

    Di tengah rutinitas yang kian lekat dengan layar, ada sensasi berbeda ketika kita bisa melihat sebuah karya secara langsung, menyentuh tekstur materialnya, lalu bertegur sapa langsung dengan sang pembuat. Kehangatan inilah yang ditawarkan dalam Kebun ke Kriya Vol. 3, sebuah kolaborasi manis antara Ruang Putih Bandung dan Kabin Kebun yang mempertemukan elemen kebun, kriya, kuliner, serta orang-orang yang masih menaruh cinta pada proses kekaryaan lewat tangan.

    Dari Cisarua, Ceritanya Berawal

    Cerita ini bermula dari Kabin Kebun, sebuah rumah sekaligus kebun keluarga di Kampung Panyandaan, Cisarua, Bandung Barat. Sejak 2016, mereka konsisten memperkenalkan gaya hidup slow living. Dari kebun inilah, apa yang disediakan alam dimanfaatkan kembali, termasuk mengolah material sisa menjadi karya upcycle yang bernilai.

    Dalam Kebun ke Kriya, alam tidak berhenti sebagai sekadar pemandangan pasif yang dinikmati dari jauh. Ia menjelma menjadi sumber ide untuk menciptakan produk, hidangan, hingga cara-cara baru dalam berinteraksi. Konsep ini membawa sesuatu yang segar ke tengah Kota Bandung, bukan sekadar memamerkan produk jadi, melainkan membawa cerita utuh tentang proses dan relasi manusia dengan alamnya.

    Jalan Bungur Bandung Sebagai Ruang Temu

    Cerita dari kebun kemudian bertemu dengan karakter kreatif Jalan Bungur melalui Ruang Putih Bandung.

    Ruang yang berdiri sejak 2010 ini awalnya dikenal sebagai venue musik Blues, Jazz, dan Folks. Seiring waktu, terutama sejak 2024, Ruang Putih berkembang menjadi ekosistem usaha kreatif yang mempertemukan F&B, bunga, pakaian natural, kios kado, hingga kelas seni dan musik.

    Kebun ke Kriya terasa seperti bagian yang natural dari ekosistem tersebut. Karya dari kebun bertemu dengan ruang kreatif kota, lalu menciptakan alasan baru bagi orang Bandung untuk datang, melihat, dan saling mengenal.

    Saat Kriya Bukan Hanya untuk Dilihat

    Pada edisi ketiganya kali ini, Kebun ke Kriya menggandeng delapan artisan kriya dan kuliner lokal, yakni: Mirdik & Leuwi Goeng, Crea Botanica, Pamolahan Sangkuriang, Renjana, Kinkinesia, Mewujud by Kabin Kebun, Nabsye Natural, serta Mulberry.

    Yang membuatnya istimewa, pengalaman di sini tidak berhenti pada sekadar melihat atau bertransaksi. Pengunjung diajak menyelami bagaimana material alam, ketelatenan tangan, dan ide kreatif dilebur menjadi karya yang bisa dibawa pulang. Tak hanya itu, hadir pula sesi Interactive Workshop: Understanding Climate Change bersama Ivan Berkebun yang mengajak pengunjung untuk lebih peka terhadap isu perubahan iklim, sekaligus mendiskusikan langkah-langkah solutif sehari-hari.

    Karya lokal terasa berbeda ketika kita mengenal tangan dan proses di baliknya.

    Menikmati Kriya Lokal, Menghargai Proses di Baliknya

    Mungkin itu yang membuat Kebun ke Kriya terasa dekat dengan karakter Bandung. Kota ini punya banyak ruang tempat karya lokal tumbuh melalui pertemuan, komunitas, dan eksperimen kecil yang berlangsung dari waktu ke waktu. Ruang Putih menjadi salah satu tempat yang menjaga kemungkinan itu tetap terbuka, dengan berbagai kegiatan kreatif dan kolaborasi yang terus berjalan.

    Pada Sabtu, 5 September 2026, cerita dari kebun dan para artisan tersebut hadir dalam Kebun ke Kriya Vol. 3 di Ruang Putih Bandung. Bukan sekadar sebuah tanggal dalam agenda kota, tetapi menjadi satu momen ketika karya, alam, dan orang-orang yang mengerjakannya bisa bertemu secara langsung.

    Kebun ke Kriya kemudian membawa satu hal sederhana untuk diingat: ketika kita membeli atau menikmati sebuah karya, ada baiknya sesekali melihat lebih jauh dari benda yang ada di depan mata.

    Sebab di balik sebuah kriya lokal, bisa saja ada cerita tentang kebun Cisarua, material yang diselamatkan, tangan yang mengolahnya, dan Bandung yang memberi ruang agar cerita itu sampai kepada kita.