⏱ … menit membaca
Daftar Isi
, ,

Dari Lukisan hingga Shibori, Ada Cerita yang Ingin Dilihat di ARTOTEL Suites Aquila

Irma Rahmi Oktaviani Avatar

CuriouCity.id — Sebuah karya seni tidak selalu meminta untuk langsung dimengerti. Kadang, ia hanya mengajak kita berhenti, melihat lebih dekat, lalu menyadari bahwa ada proses panjang di balik sesuatu yang tampak sederhana.

Hal itu terasa ketika ARTOTEL Suites Aquila Bandung berkolaborasi dengan Pusat Informasi dan Kegiatan – Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (PIK-POTADS) Jawa Barat dalam rangka Bulan Peduli Down Syndrome.

Sepanjang Oktober 2026, area lobi ARTOTEL Suites Aquila menjadi ruang bagi 10 karya lukisan dan shibori hasil kreativitas anak-anak PIK-POTADS Jawa Barat. Bukan sekadar memajang hasil karya, kolaborasi ini juga menghadirkan kesempatan untuk mengenal proses, kreativitas, dan cara mereka berekspresi.

ARTOTEL Suites Aquila Nenjadi Ruang Untuk Berkarya

Lobi hotel biasanya menjadi tempat orang datang, menunggu, kemudian melanjutkan perjalanan. Kali ini, langkah pengunjung justru bisa terhenti di depan karya-karya yang dibuat oleh anak-anak PIK-POTADS Jawa Barat.

Lukisan dan shibori menjadi medium yang memperlihatkan bahwa setiap orang dapat memiliki cara masing-masing untuk menyampaikan sesuatu.

Pembukaan pameran pun tidak dibuat hanya sebagai seremoni. Para awak media diajak merasakan langsung proses pembuatan shibori, sehingga karya yang kemudian dipandang di area pameran memiliki cerita yang lebih panjang.

Sebab sebelum menjadi sebuah pola, kain perlu dilipat, diikat, dijepit, dipelintir, atau dijahit terlebih dahulu.

Prosesnya sederhana, tetapi hasil akhirnya tidak pernah benar-benar bisa ditebak.

Dari Kain Yang Dilipat, Lahir Pola Yang Tak Pernah Sama

Shibori merupakan teknik pewarnaan kain tradisional Jepang. Kain diproses dengan berbagai cara sebelum dicelupkan ke pewarna, kemudian menghasilkan pola yang unik dan tidak beraturan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian menarik dari rangkaian kegiatan karena peserta tidak hanya melihat karya, tetapi ikut memahami bagaimana sebuah karya terbentuk.

Hal serupa juga dapat dirasakan melalui lukisan yang dipamerkan.

Yang terlihat pada akhirnya memang sebuah karya. Namun di baliknya ada proses mencoba, memilih, membuat, dan menemukan cara untuk berekspresi.

Di titik ini, seni menjadi lebih dari sekadar hasil akhir.

Ia menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa setiap orang mempunyai cara sendiri untuk berkarya.

Ketika Seni Memberi Ruang Untuk Tampil

Cerita hari itu kemudian bergerak dari karya yang berada di dinding menuju pertunjukan yang berlangsung di hadapan tamu dan awak media.

Anak-anak PIK-POTADS Jawa Barat turut menampilkan pertunjukan seni. Musik dan perkusi mengisi ruang, sementara para peserta tampil bersama dengan energi yang terasa jauh dari suasana pameran yang formal.

Momen seperti ini memperlihatkan sisi lain dari sebuah karya.Bukan hanya tentang apa yang dibuat, tetapi juga tentang keberanian untuk menunjukkannya kepada orang lain.

Ruang untuk tampil menjadi bagian penting dari proses tersebut. Karena apresiasi tidak selalu harus hadir dalam bentuk penilaian. Terkadang, apresiasi cukup dimulai dengan memberikan kesempatan seseorang untuk menunjukkan apa yang bisa ia lakukan.

Kolaborasi ini kemudian mempertemukan seni, komunitas, keluarga, media, dan masyarakat dalam satu ruang yang sama.

Setiap Karya Membawa Cerita yang Berbeda

Bagi ARTOTEL Suites Aquila, kolaborasi ini membawa pesan yang lebih luas daripada sebuah pameran.

Anton Susanto, General Manager ARTOTEL Suites Aquila, mengatakan bahwa setiap karya memiliki cerita. Karena itu, yang ingin diberikan bukan hanya tempat untuk memajang hasil karya, tetapi ruang agar keberanian, proses, dan kreativitas anak-anak Down Syndrome dapat dilihat serta diapresiasi lebih luas.

“Bagi kami, setiap karya memiliki cerita.”— Anton Susanto, General Manager ARTOTEL Suites Aquila

Kalimat tersebut terasa relevan ketika melihat kembali rangkaian kegiatan hari itu.Sebuah lukisan bukan hanya warna di atas kanvas.

Shibori bukan hanya pola yang terbentuk setelah kain dicelup.Dan pertunjukan bukan hanya tentang musik yang dimainkan.

Di balik semuanya, ada proses dan kesempatan untuk berekspresi.Pada akhirnya, mungkin itulah yang ingin diberikan oleh sebuah ruang inklusif: bukan membuat semua orang menjadi sama, tetapi memberikan kesempatan yang sama untuk dilihat, didengar, dan diapresiasi.

Pameran lukisan dan karya shibori anak-anak PIK-POTADS Jawa Barat berlangsung sepanjang Oktober 2026 di ARTOTEL Suites Aquila Bandung.

“Karena setiap karya punya cerita. Tinggal seberapa lama kita bersedia berhenti untuk melihatnya.”